Personal Notes · Sport

Fenomena Lanjutan Pelatih Berusia Muda

Assalammualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh,

Hi!

Saatnya kembali memposting sesuatu di blog ini agar tetap ter-update dan topik yang terpilih ada mengenai Sepakbola. Jujur saja jika berbicara traffic yang mampir ke blog ini, untuk topik-topik mengenai Sepakbola malah jarang peminatnya alias sedikit yang baca ūüėÄ

But anyway, I don’t give a d*mn with traffic coz I just follow my passion while writing.

Sebelumnya Saya pernah membahas sosok pelatih berusia muda bernama Julian Nagelsmann yang dapat dibilang sukses menangani klub medioker TSG Hoffenheim 1899 di Bundesliga Jerman musim 2016/2017. Tidak tanggung-tanggung ternyata Julian berhasil membawa timnya finish di peringkat 4 klasmen dibawah Bayern Munich, RB Leipzig dan Borussia Dortmund. Artikel kali ini bukan secara spesifik membahas satu sosok saja, namun ada 4 sosok dan Julian Nagelsmann hanyalah salah satunya.

Bundesliga, Liga tempat berkumpulnya pelatih muda berusia dibawah 40 tahun

Sebut saja ada nama Alexander Nouri (37 tahun, Werder Bremen), Hannes Wolf (36 tahun, VfB Stuttgart) dan Domenico Tedesco (31 tahun, Erzgebirge Aue). Saya tidak hanya membahas divisi teratas Liga Jerman yaitu 1.Bundesliga saja tetapi juga divisi dibawahnya yaitu 2.Bundesliga yang dimusim 2016/2017 merupakan tempat bermainnya VfB Stuttgart dan Erzgebirge Aue.

Bersama Alexander Nouri yang menggantikan Viktor Skripnik di pekan keempat 1.Bundesliga, Werder Bremen yang awalnya terseok-seok berhasil melaju kencang dan tak terkalahkan 11 pertandingan hingga akhirnya¬†finish¬†di peringkat 8 1.Bundesliga. Secara individual, performa pemain yang menonjol adalah Sarge Gnabry si pemain Arsenal. Para fans Arsenal, klub yang “merasa sukses” jika finish di 4 besar Liga Inggris ini tentu familiar dengan nama Gnabry yang sempat digadang-gadang akan menjadi pemain besar ketika didatangkan dari VfB Stuttgart U-17. Ternyata, Gnabry malah menunjukkan kualitasnya di 1.Bundesliga bersama Werder Bremen (dejavu Kevin De Bruyne).

Hannes Wolf adalah nama yang Saya sendiri tidak familiar karena Saya tidak mengikuti perkembangan 2.Bundesliga musim 2016/2017. Namanya mencuat setelah dibahas di PanditFootball sebagai salah satu pelatih muda berbakat yang sukses membawa Vfb Stuttgart finish di peringkat pertama 2.Bundesliga dan berhak promosi ke 1.Bundesliga divisi teratas Liga Sepakbola Jerman.

Nama terakhir adalah Domenico Tedesco, dari namanya saja tidak “Jerman banget” karena ternyata memang dia memiliki dua kewarganegaraan yaitu Jerman dan Italy. Selain berusia muda, ternyata dia memiliki¬†track record¬†yang mirip dengan dengan Julian Nagelsmann karena sama-sama pernah menangani TSG Hoffenhem 1899 U-19 tepatnya di tahun 2016 hingga 2017. Pengalamannya melatih klub professional hanyalah memimpin 11 pertandingan Erzgebirge Aue di 2.Bundesliga musim 2016/2017. Domenico Tedesco “sukses mempertahankan” Erzgebirge Aue di 2.Bundesliga setelah sebelumnya terseok-seok nyaris terdegradasi ke¬†third tier¬†Liga Jerman. Musim 2017/2018 nanti Domenico Tedesco membuat kejutan karena dipercaya oleh manajemen Schalke 04 menjadi pelatih utamanya.

Sekarang, mari kita lihat tabel statistik komparasi (menang, seri, kalah) keempat sosok pelatih yang muda yang Saya sebut diatas berdasarkan data musim 2016/2017.

Statistik Pelatih Muda
Statistik pelatih muda dibawah usia 40 tahun di Bundesliga 2016/2017 (sumber)

Dari segi usia, Julian Nageslmann merupakan yang termuda yaitu 29 tahun. Namun semuanya merupakan pelatih dengan usia dibawah 40 tahun yang tidak bisa dipandang sebelah mata karena masing-masing memiliki kreativitasnya sendiri dalam mengelola tim. Benang merah diantara pelatih muda berbakat ini yaitu fleksibilitasnya dalam menyusun formasi, 3 bek, 4 bek bahkan 5 bek bukanlah kendala buat mereka. Keterhubungan lain adalah, pelatih ini pernah bersinggungan dengan salah satu atau salah dua dari Ralf Rangnick, Jurgen Klopp maupun Thomas Tuchel. Jujur yang terakhir ini merupakan pengamatan Saya saja ketika terjadi fenomena (Saya sebut fenomena karena mungkin saja selanjutnya tidak ada lagi) munculnya pelatih muda di Bundesliga. Secara taktik dan filosofi permainan pelatih muda ini sedikit atau banyak mengekor pada 3 nama tersebut.

Musim 2016/2017 merupakan musim yang unik karena juga terjadi beberapa kondisi yang sebetulnya terkait akan satu benang merah. Misal nama Juventus, merupakan benang merah bagi beberapa pelatih hebat yang meraih kesuksesan yaitu Zinedine Zidane (Real Madrid, juara Liga Spanyol dan Liga Champions), Antonio Conte (Chelsea, juara Liga Primer Inggris) dan Didier Deschamps (Timnas Prancis, finalis EURO 2016).

Menggoyang atau bahkan menggusur Bayern Munich

Menarik disimak performa melatih mereka di musim 2017/2018 nanti seperti apa. Harapan Saya keempatnya dapat memberikan efek positif persaingan ke 1.Bundesliga dan memberikan tekanan berarti ke Bayern Munich. Syukur-syukur bisa menjuarai 1.Bundesliga musim 2017/2018 nanti.

Sungguh hal yang membosankan ketika Bayern Munich selalu saja “mempreteli” tim yang berpotensi menjadi “pengganggunya” di 1.Bundesliga. Yaaa…. apa boleh buat mereka memang mempunyai segala sumber daya untuk menarik pemain-pemain bagus di seantero Jerman dan bahkan dunia untuk bergabung. Liat saja di musim 1997/1998 mereka menarik Giovanni Elber dari dari Stuttgart, musim 2002/2003 menarik duo Leverkusen Michael Ballack dan Ze Roberto, membajak Manuel Neuer dari Schalke 04 di musim 2011/2012, merekrut Mario Mandzukic di musim 2012/2013 dari Wolfsburg, membayar mahal untuk mendatangkan Mario Goetze dari Borussia Dortmund di musim 2013/2014 dilanjutkan Robert Lewandowski musim selanjutnya. Musim 2017/2018 pun mereka baru saja “menggembosi” tim sensasional TSG Hoffenheim 1899. Selalu saja tim yang bersinar di Bundesliga langsung digembosi, mungkin karena Uli Hoeness dan Karl-Heinz Rummenigge adalah penganut falsafah “Semua Akan Indah¬†(Bayern) Pada Waktunya“.

1. Julian Nagelsmann dan TSG Hoffenheim 1899

Melihat ke TSG Hoffenhem 1899 nanti yang ditangani Julian Nagelsmann, jika mereka lolos dari fase¬†play-off¬†Liga Champions maka akan langsung masuk ke fase grup Liga Champions bertanding dengan tim-tim jawara di Liga Eropa. Nantinya hal ini merupakan pertama kalinya bagi mereka bermain di Liga Champions. Kondisi mereka sebetulnya agak “sulit” karena baru saja kehilangan 2 pemain pilarnya yaitu Niklas Sule dan Sebastian Rudy yang hijrah ke Bayern Munich. Saya berharap semoga dengan fleksibilitas taktik dan kemampuan memotivasinya, Julian Nagelsmann sanggup membawa TSG Hoffenheim 1899 kembali berada di 4 besar klasmen akhir 1.Bundesliga sekaligus membawa sejauh mungkin klubnya di Liga Champions, setidaknya hingga melewati fase grup.

2. Hannes Wolf dan VfB Stuttgart

Lanjut ke VfB Stuttgart, ternyata tidak butuh waktu lama bagi VfB Stuttgart untuk kembali beraksi di 1.Bundesliga setelah terdegradasi musim sebelumnya. Yang paling Saya ingat dari klub ini adalah nama Gottlieb-Daimler si penemu mobil yang merupakan nama stadion mereka sebelum pada tahun 2008 diganti menjadi Mercedez-Benz Arena. Selain mobil, bisa dibilang Stuttgart ini pencetak pemain berkualitas dan familiar di telinga¬†gamer Football Manager¬†seperti Saya ūüôā

Nama-nama seperti Giovanni Elber (penyerang Bayern Munich tahun 1997-2003), Krasimir Balakov (playmaker¬†Bulgaria), Zvonimir Soldo (pemain Kroasia se-zaman dengan Davor Suker), ¬†Aleksandr Hleb (eks Arsenal dan Barcelona), Kevin Kuranyi, Sami Khedira (Juventus), Mario Gomez (eks penyerang Bayern Munich dan timnas Jerman) hingga yang terbaru Timo Werner (pencetak 21 gol untuk RB Leipzig musim 2016/2017) merupakan jebolak akademi ataupun pernah membela panji VfB Stuttgart. Bahkan andalan Julian Nagelsmann yaitu Sebastian Rudy merupakan eks pemain akademi Stuttgart. Semoga saja VfB Stuttgart musim 2017/2018 dapat beraksi “mengganggu” dominasi tim-tim mapan 1.Bundesliga menggunakan skuad muda-mudinya (rataan usia 24 tahun), syukur-syukur mereka bisa¬†finish¬†7 besar. Buat Saya mereka layak diikuti karena ternyata Hannes Wolf adalah penganut 4-4-2¬†high pressing¬†seperti layaknya Roger Schmidt (eks Leverkusen dan RB Salzburg) dan Ralph Hassenhutl di RB Leipzig namun dengan beberapa ¬†varian formasi.

3. Alexander Nouri dan Werder Bremen

Di Werder Bremen, Alexander Nouri baru saja kehilangan Sarge Gnabry yang telah resmi dibeli oleh Bayern Munich (sepeeeeerti biasa….#nyanyi). Karena usianya masih 21 tahun, bisa jadi Gnarby dipinjamkan ke klub lain terlebih dahulu oleh Bayern. Namun melihat informasi Douglas Costa yang diminati Juventus, bisa jadi Gnabry adalah sosok pengganti yang tepat selain tentunya Kingsley Coman. Belum lagi pemain andalan Nouri seperti Thomas Delaney yang juga sedang digoda klub-klub Inggris. Dua musim kebelakang seperti merupakan siklus ketika diawal musim Werder Bremen terseok-seok menelan berbagai kekalahan sebelum akhirnya pelatihnya diganti dan mendatangkan pemain baru yang kebetulan berasal dari Denmark. Jannick Vestegaard dan Thomas Delaney didatangkan di pertengahan 2 musim tersebut. Selanjutnya Werder Bremen akan tancap gas dengan rentetan kemenangan.

Hal yang menarik dilihat dari Werder Bremen adalah, pelabuhannya yang merupakan gerbang masuk tembakau terbesar di Eropa… eh salah…. Werder Bremen selalu diisi oleh¬†playmaker-playmaker¬†hebat. Coba lihat, siapa yang masih ingat nama-nama Andreas Herzog, Krisztian Lisztes, Torsten Frings, Johan Micoud, Mesut Ozil, Kevin De Bruyne dan terbaru Sarge Gnabry. Kita lihat nantinya apakah Alexander Nouri mampu menghapuskan siklus penempilan buruk Werder Bremen di awal musim dan mungkin juga sekaligus menghasilkan kembali playmaker hebat. Saya berharap mereka bisa finish di 7 besar dan lolos ke Liga Eropa.

4. Domenico Tedesco dan Schalke 04

Penunjukkan Domenico Tedesco merupakan langkah yang sangat berani sekali dari manajemen Schalke 04. Hanya bermodalkan pengalaman 11 pertandingan bersama Erzgebirge Aue saja ia ditunjuk dan dianggap mampu menangani klub besar seperti Schalke 04. Semoga nasibnya tidak seperti Andre Villas-Boas bersama Chelsea musim 2011/2012 setelah musim sebelumnya sukses bersama FC Porto. Bukan hanya menghadang superioritas Bayern Munich, Schalke 04 merupakan rival berat Borussia Dortmund dalam derby panas lembah Ruhr sehingga tekanannya tentu sangat tinggi. Musim 2016/2017 merupakan musim yang buruk karena hanya finish di peringkat 10 dan tidak lolos ke Liga Eropa.

Satu hal yang menarik adalah keberadaan Knappenschmiede yang merupakan akademi pemain muda terbaik di Jerman. Beberapa alumninya bahkan cukup dikenal dan bahkan beberapa telah menjadi pemain kelas dunia. Sebut saja Manuel Neuer (Bayern Munich), Mesut Ozil (Arsenal), Joel Matip (Liverpool), Julian Draxler (PSG), Leroy Sane (Man. City) dan beberapa yang masih bertahan di Schalke 04 seperti Benedikt Howedes dan Max Meyer. Dengan reputasi seperti ini, sudah seharusnya Domenico Tedesco memprioritaskan pemain akademi Knappenschmiede untuk mengisi starting eleven Schalke 04 era baru dan bersaing di 1.Bundesliga musim 2017/2018.

Bagi Saya, mengikuti Bundesliga lebih menarik daripada Liga Primer Inggris. Walaupun dari segi glamour jelas Bundesliga kalah. Di Bundesliga terlalu Bayern Munich oriented sehingga membosankan. La Liga Spanyol masih mendingan sebetulnya walaupun sebelas dua belas juga dengan Bundesliga. Tapi memang semenjak munculnya efek Nagelsmann di Bundesliga, bisa jadi nantinya akan diikuti di La Liga dan Serie A. Saya belum terlalu berekspektasi tinggi efek Nagelsmann muncul di Liga Primer Inggris walaupun ada nama Eddie Howe disitu. Alasan lain kenapa Saya mengikuti Bundesliga adalah karena Saya senang dengan perkembangan Bayer Leverkusen sejak era Klaus Toppmoller si Neverkusen.

NB: Terkadang berteori, bersimulasi dengan Football Manager itu lebih sederhana meskipun harus berhadapan dengan angka statistik dibandingkan dengan bermain sepak bola secara langsung. Bagi Saya, bermain sepak bola terasa lebih berat ūüėÄ

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s