Daily Activity · Personal Notes

Aktivitas “Tidak Biasa” Di Awal Ramadhan

Assalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Hi!

Ini adalah tulisan pertama yang Saya tulis di dalam bulan suci Ramadhan ini. Semoga selanjutnya konsisten dengan update tulisan berikutnya terutama yang menggunakan data riset bukan hanya bercerita pengalaman pribadi nan ringan seperti ini 😀

Tanggal 27 Mei 2017 merupakan hari pertama bulan Ramadhan tahun 1438 Hijriyah untuk berpuasa, selain tetap berdoa dan ikhtiar supaya ibadah Ramadhan ini jauh lebih baik daripada Ramadhan sebelumnya, kali ini ada kegiatan yang sebelumnya tidak pernah Saya lakukan. Kegiatan ini adalah memasak… Ya betul masak, repot-repot di dapur menyiapkan makanan.

Intinya memasak ini bertujuan untuk belajar sekaligus mengisi waktu libur cuti diawal Ramadhan. Tiba-tiba teringat kisah pedagang roti di masa tabi’in yang selalu beristighfar ketika dia membuat roti yang kisahnya mahsyur itu. Sebetulnya sejak kecil Saya sudah sering “nongkrong” di dapur melihat Mama memasak (bantu-bantu dikit juga kok ga cuma bantuin ngabisin makanannya). Entah kenapa Saya nyaman sekali mengamati bagaimana bahan-bahan itu diproses menjadi makanan.

Menurut Saya, Suami bisa masak itu keren sih….

Motivasi ini muncul karena Saya iri jika ada suami yang juga bisa atau malah jago masak. Jadi ya di dapurnya bisa sama-sama menyiapkan makanan dengan istri. Saya malah tidak senang jika melihat istri repot kesana kemari di dapur tapi suaminya malah duduk-duduk doing nothing. Skip, langsung masuk ke makanan apa saja yang dibuat dan bagaimana hasilnya.

Intinya Saya mencoba membuat Pizza teflon, Kastengel (padahal Lebaran masih lama), Martabak coklat, Kolak pisang, Kue bolu dan Spaghetti. Mungkin buat sebagian orang, “Ini sih menu-menu gampang Chan!“, ya jujur Saya yang gampang saja belum tentu enak apalagi bikin yang njelimet.

Pizza
(Menu 1) Pizza dimasak diteflon

Foto diatas adalah Pizza yang baru diberikan topping dan belum dipanggang diatas teflon. Berhubung malas pakai oven ya jadinya menggunakan teflon serba guna saja yang diatasnya diberi tutup kaca. Walaupun intinya (belajar) memasak, tapi tetap saja malah hitung-hitungan biaya yang terpikir oleh Saya. Total biaya untuk beli keseluruhan bahan Pizza senilai Rp 180.000 termasuk beli dua macam saus siap saji. Biaya ini dapat digunakan untuk membuat 3 buah Pan Pizza berdiameter 30 cm (ukuran medium). Biasanya Pizza ukuran ini dijual di restoran mulai Rp 80.000. Kalau sudah bisa bikin sendiri dan enak, bisa saving banyak nih kalau mau hajatan #moneyoriented

Pengalaman lucu waktu masak adalah, penggunaan tepung yang keliru. Harusnya untuk membuat Dough Pizza menggunakan tepung high protein supaya hasilnya bagus karena ketika dipanggang menjadi agak kenyal rotinya. Saya tidak paham juga kenyalnya seperti apa, yang jelas ada kandungan gluten apa lah itu. Tiga kali Saya membuat Pizza dan malah di percobaan pertama yang bisa dibilang agak sukses. Percobaan kedua dan ketiga antara toping-nya tidak ikut ter-matang-kan dan dough-nya terlalu matang alias agak gosong.

Paling asyik justru waktu menguleni adonan dough sampai kalis, manual pakai tangan kosong dan entah sudah berapa mili keringat tercampur keadonan. Tapi ya memang harus seperti ini juga cara membuatnya sih 😀 

Kastengel
(Menu 2) Kue Kastengel buatan pemula

Kue ini dibuat karena memang ada niatan nantinya waktu Lebaran akan membuat kue sendiri. Jadi proses ini seperti coba-coba sekalian menambah jam terbang. Walaupun di Youtube ada tutorial membuat kastengel menggunakan teflon juga, Saya membuatnya tetap dengan oven. Berhubung oven di rumah manual alias oven kompor (kotak seng yang diletakkan diatas perapian kompor) bukan yang embedeed dengan kompornya, jadinya ribet, ringkih dan tidak rata panasnya. Next, Saya ingin mencoba membuatnya dengan teflon instead of oven walaupun hasilnya lebih sedikit.

Bisa dilihat di foto kalau dari segi bentuk nampak tidak menarik, dan dari segi rasa pun biasa aja pakai banget sih. Cuma lebih gurih saja karena adonannya banyak mentega dan sedikit diberi kaldu bubuk. Hasil foto ini diambil dari sudut yang sedemikan rupa, jadi bagian-bagian yang “agak gosong” tidak nampak 😀

Hal yang menjadi ciri khas kastengel adalah teksturnya yang ketika digigit akan langsung muruluk/mbrodol. Nah kastengel buatan pemula ini tidak, teksturnya saat digigit malah lebih mirip kue jahe….epic… Yah bagaimana mau mengharapkan tekstur muruluk/mbrodol padahal campuran adonan yang harusnya cukup menggunakan kuning telur saja malah menggunakan kuning telur dan putih telur. Alhasil teksturnya agak keras macam kue jahe…. epic fail.

Martabak Coklat
(Menu 3) Martabak coklat kurang nyarang

Martabak coklat hanya dibuat sekali dan hasilnya kurang nyarang alias bantet walaupun bentuknya sudah ala martabak pinggir jalan. Menurut Saya, teksturnya malah lebih mirip Bolu koja Garut. Berhubung mencobanya hanya sekali, jadi Saya belum bisa mengambil kesimpulan kenapa bentuknya tidak Sempurna. Mungkin karena yang Sempurna hanya dari Andra dan Tulang Punggung!!

Akhirnya, hanya bisa menebak-nebak saja apakah karena adonannya kurang air (terlalu kental), teflonnya yang belum cukup panas atau malah karena Saya sendiri yang menuangkan adonan ke teflonnya ada jeda sekian detik. Next, Saya mau mencoba lagi #belumkapok

Hasil akhir dari martabak coklat ini adalah, agak sulit dipotong ya… terlalu kenyal 😀

Spaghetti
(Menu 4) Spaghetti ala mie instan anak kost

Nah kalau ini sih bukan masak, semua bahannya siap saji mulai dari Spaghetti pastanya hingga sausnya yang menggunakan saus spaghetti siap saji yang banyak dijual di Supermarket. Sausnya pun tidak ditumis lagi dengan bawang bombay atau daging cincang karena dimasak dengan cepat saat sahur.

Intinya menu yang ini lebih mirip membuat mi instan kalau dilihat dari effort nya yang sangat minimalis.

Setidaknya ini bisa menjadi menu siap saji dikala sahur. Selain cepat, porsi yang dihasilkan bisa untuk 4 orang. Cukup sekali bukan untuk Suami, Istri dan dua anak kecil 😀

Kue Bolu
(Menu 5) Kue bolu anti gagal

Nah untuk kue bolu ini, mudah membuatnya karena tinggal mencampurkan bahan-bahannya seperti tepung, gula, telur, bubuk coklat dsb dengan mixer hingga tercampur rata lalu dikukus. Hasilnya, hampir pasti sukses dan peluang gagalnya sangat kecil. Mudah membuatnya dan bahannya juga mudah didapatkan di warung-warung tidak perlu ke supermarket. Ini cocok untuk berbuka puasa, sekali bikin langsung habis dimakan hangat-hangat….nyaaam nyaaaam…

Note

Kalau pas bukan bulan Ramadhan, biasanya lebih enak makan bolu kukus pakai kopi susu panas-panas diwaktu hujan biar… maknyooos. Saya biasanya mengurangi konsumsi kopi di bulan Ramadhan.

Kolak Pisang
(Menu 6) Kolak pisang kastrol

Makanan yang menjadi ciri khas sebagai ta’jil saat berbuka puasa ini juga sekalian dibuat. Berhubung tidak ada panci ya jadinya menggunakan kastrol yang biasa digunakan untuk membuat nasi liwet khas Jawa Barat. Yang bikin enak dan menjadi pembeda biasanya pada penggunaan gula aren. Syukur-syukur bisa dapat gula aren dari daerah Bungbulang Garut yang terkenal enak itu 😀

Masak juga menggunakan feeling

Dalam hal memasak, Saya bukan orang yang strict ke detail banget selama itu tidak berdampak ke biaya…hehe…

Untuk case Saya belajar, komposisi bahan bakunya tidak semuanya harus saklek sekian gram sekian liter. Tinggal lihat sendiri bagaimana kondisi masakannya dan feeling apa yang perlu ditambahkan. Kalau feeling identik dengan jam terbang dan skill, kalau Saya lebih ke malas pakai takaran saja sebetulnya 😀

Anyway, Saya sudah membuat beberapa list menu yang akan dibuat nantinya untuk menambah jam terbang Saya dalam skill memasak. Tidak ada niatan mencapai skill setingkat chef handal yang mengisi channel-channel YouTube, cukup bisa masak untuk diri sendiri dan keluarga saja. Syukur-syukur bisa jadi usaha sampingan nantinya.

Akhir kata, seperti tagline channel masak di YouTube favorit Saya.

LET’S GET COOKING

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s