Personal Notes

Sholat Plus Plus

Assalammualaikum warrahmatullahi wabarakatuh

Hi!

Mungkin judulnya agak lebay, macam mana itu Sholat plus-plus (Saya menyebutnya plus-plus karena saking pentingnya)?? Tulisan ini dibuat dengan maksud sebagai catatan pribadi dan juga sebagai pengingat betapa pentingnya Sholat 5 waktu bagi laki-laki Muslim.

Saya yakin setiap laki-laki Muslim mengerti tentang dua pernyataan hadist berikut “Sholat sebagai tiang agama¹ dan “Amalan yang pertama dihisab adalah Sholat².

Jalan itu adalah istiqomah

Bukan bermaksud menggurui, tapi coba cek kedalam diri masing-masing apakah kita telah melakukan Sholat? Kalau jawabannya “sudah”, Alhamdulillah 🙂 tetapi ada pertanyaan berikutnya dan kali ini tidak cukup hanya satu pertanyaan.

  1. Apakah wudhunya sudah benar?
  2. Apakah sholatnya dilakukan dengan penuh kekhusyu’an?
  3. Apakah sholatnya dilakukan diawal waktu?
  4. Apakah sholatnya dilakukan di Masjid/mushola secara bersamaah?
  5. Apakah sudah ditunaikan sholat sunnah rawatibnya sesaat sebelum dan sesudah sholat wajib?

Jujur dari dalam hati Saya sambil bermuasabah, istiqomah dengan menjalankan Sholat disertai 5 poin diatas yang Saya sebut Sholat plus-plus amatlah BERAT, BERAT PAKAI BANGET malah. Jangankan bicara menjalankan Islam secara keseluruhan, konsisten menjaga Sholat 5 waktu yang wajib saja (dengan tambahan 5 poin diatas) sudah susah setengah mati (terutama buat diri sendiri). Begitu pentingnya Sholat ini sehingga dapat digunakan sebagai alat ukur kadar keimanan seseorang.

Sekedar self reminder, jika baru tahap level mengerjakan saja ya berarti baru entry level belum “plus-plus” padahal sudah Islam sejak lahir #malu. Dan bisa dipastikan yang “baru” tahap ini masih ada “penyakit” dihatinya. Contoh sederhana dari “penyakit” hati adalah masih suka ngeyel kalau dijelaskan mengenai suatu perkara menurut Islam. Hal ini baru Sholat saja belum termasuk jika bicara mengenai menjalani hidup mengikuti panduan Rasulullah Salallahu’alaihi wasallam yang begitu komplit mulai dari cara menyisir rambut, cara makan, cara memotong kuku, cara berpakaian, cara bergaul di masyarakat dan banyak lainnya. Terkadang,

Samudra dijelajahi demi mengais emas hitam dari perut bumi

Jarak ribuan kilometer ke negeri bersalju pun dikunjungi untuk foto selfie

Negeri adidaya di seberang lautan didatangi agar mendapat materi duniawi

Tak jadi persoalan saat gunung tertinggi harus didaki

Dan terakhir, jutaan Rupiah dikorbankan untuk membuat semua hal diatas terjadi

tetapi tahukan saudaraku seiman, justru langkah kaki yang terberat adalah melangkahkan ke masjid terdekat ketika adzan berkumandang, menghentikan segala aktivitas demi memenuhi panggilannyaNya. Demi Allah ini BERAT SEKALI, dan disinilah ujian sesungguhnya karena harus konsisten setiap hari. Hanya kepadaMu Yaa Allah kami memohon ampun atas segala kelalaian kami ini.

Memperbesar peluang khusnul khotimah

Sangat manusiawi jika Iman seseorang itu kadang naik kadang turun, tetapi Saya haqqul yaqin semua Muslim bagaimanapun bentuk perangainya selalu berharap agar diwafatkan dalam keadaan khusnul khatimah dan dimasukkan kedalam Surga firdaus, betul kan? Tentu saja harapan ini paralel dengan wafat ketika kondisi keimanan sedang tinggi-tingginya.

Teringat Hadist Riwayat Muslim 2878 “Setiap hamba dibangkitkan sesuai dengan kondisi saat ia meninggal.”. Maksudnya, berkata Al Munaawi dalam At-Taisiir bi Syarh Al-Jaami’ As-Shogiir 2/859 “Yaitu ia meninggal di atas kehidupan yang biasa ia jalani dan ia dibangkitkan di atas hal itu”. Jika laki-laki Muslim terbiasa dengan amalan sholeh seperti Sholat misalnya, maka Inshaa Allah (seperti memperbesar peluang) dia kelak diawafatkan dalam keadaan sedang melakukan amalan yang dibiasakannya ini. Tentunya juga dengan berdoa mengharap keridhoan Allah subhanahuwata’ala agar dimasukkan kedalam Surga firdaus bersama orang-orang yang beriman karena tidak ada jaminan seorang Muslim dapat masuk Surga kecuali berkat ridho dari Allah subhanahuwata’ala.

Alasan-alasan mengabaikan Sholat

Ok, kembali ke persoalan Sholat 5 waktu  plus-plus khususnya untuk laki-laki Muslim.  Selalu ada banyak alasan untuk menunda atau bahkan melalaikan kewajiban sholat 5 waktu ini. Iseng saja, Saya coba membuat tabel dibawah mengenai alasan-alasan mengapa pada akhirnya meninggalkan atau menunda sholat berdasarkan pengalaman sendiri.

Alasan Sholat
Alasan yang dibuat-buat ketika hendak Sholat

Saya berkhusnudzon ketika ada rekan yang bertanya, “Lo, sudah sholat?”. Yang dia maksud adalah Sholat plus-plus yang dapat membawa kami laki-laki Muslim Inshaa Allah jauh dari “penyakit hati” dan bukan sholat yang asal sholat.

Kembali bermuasabah, manusia memang pada dasarnya akan selalu mencari pembenaran dan keterhubungan dengan urusan duniawi pada semua hal termasuk juga untuk urusan ibadah, coba saja misal ikhwan yang Sholat subuh di Masjid dan di shaf pertama mendapatkan uang Rp 50.000. Bisa jadi ramai tuh laki-laki Muslim berbondong-bondong pergi ke Masjid. Itu baru uang Rp 50.000, padahal seandainya fadhillah³ sholat berjamaah di Masjid itu diketahui dan dapat dilihat detik itu juga, mungkin banyak orang yang berjuang mati-matian demi pahala Sholat berjamaah. Saya mencoba merenung dan kembali ke ayat yang menjelaskan perkara Sholat ini.

Almaun
Sumber: khazanahalquran

Yang Sholat (asal sholat dan belum plus-plus) saja celaka, apalagi yang tidak Sholat? Naudzubillah, kesekian kali lagi menjadi self reminder Saya agar tidak main-main dalam urusan Sholat.

Selanjutnya, jika ada perkara yang berkomentar negatif tentang orang yang berhjirah. Maka itu adalah hal yang biasa saja sebetulnya. Cibiran seperti, “Sudah alim lu sekarang ya?” yang paling umum terjadi.  Semua ini memang tergantung dimana kita berada dalam suatu lingkungan baik itu permisif maupun lingkungan yang sangat nyinyir menjurus Islamphobia sekalipun. Namun boleh jadi di lingkungan yang banyak mencibir inilah justru yang semakin memperteguh keimanan laki-laki Muslim.

NB: Fyi saja, apakah masih ada yang belum percaya kalau Al Quran itu qalamullah?Masih kurang bukti yang nampak sekarang cukup dengan dengan satu ayat? 🙂

Wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s