Personal Notes · Sport

Fenomena Juru Taktik Bernama Julian Nagelsmann

1069255_imgw750
Photo by: Bundesliga.com

Assalammualaikum Wr Wb,

Hi!

Kali ini Saya kembali membuat tulisan terkait dengan sepakbola, tulisan ini bercerita mengenai satu nama yang (sedang) menjadi fenomena di Bundesliga Jerman musim 2016/2017.

Anti-mainstream, satu kata yang sangat mewakili sosok bernama Julian Nagelsmann pelatih dari klub TSG Hoffenhem 1899. Kemampuannya dalam mengelola tim hingga matchday ke 24 ini mampu bertengger di peringkat 4 klasemen sementara Bundesliga dengan 42 poin. Untuk ukuran klub yang musim lalu hanya finish di peringkat 15 dua garis diatas jurang degradasi (karena peringkat 16 harus mengikuti kualifikasi lagi) merupakan prestasi yang tidak sembarangan. Mungkin kisah ini mirip dengan Leicester City 2015/2016 di Liga Inggris walaupun gelar juara Bundesliga nampak sulit diarih (Bayern Muenchen the sole champions all the times).

Ada hal lain yang tidak lazim pada sosok Julian Nagelsmann ini, usianya baru 29 tahun karena ternyata dia kelahiran Juli 1987. Dia hanya lebih tua 9 bulan dari Saya sendiri namun pekerjaan yang dipegangnya sangat unik yaitu pelatih kesebelasan utama yang bermain di Liga teratas Jerman. Julian merupakan pelatih termuda saat ini, tidak hanya di Jerman bahkan mungkin di benua Eropa. Usianya membuat Eddie Howe (AFC Bournemouth, 39 tahun) terlihat seperti veteran.

“30% menjadi pelatih adalah mengenai taktik dan 70% mengenai kompetensi sosial”

Disaat pria seusianya tengah matang-matangnya berkarir menjadi pesepakbola, bermain secara rutin, menjadi andalan tim atau malah sibuk mencari nafkah di kantoran sibuk dari meeting ke meeting (seperti Saya contohnya), Julian Nagelsmann kemudian muncul dengan filosofinya yang sering di quote media yaitu “30% menjadi pelatih adalah mengenai taktik dan 70% mengenai kompetensi sosial”. Julian menjalani debutnya di Bundesliga sebagai pelatih pada bulan Februari 2016 tepatnya setelah pelatih sebelumnya yaitu Huub Stevens mengundurkan diri karena masalah kesehatan. Saat itu kondisi TSG Hoffenheim 1899 sangat buruk, berada di peringkat 17 Bundesliga hingga pekan ke 20 dan terancam terdegradasi ke divisi dibawahnya. Musim 2015/2016 merupakan musim dimana TSG Hoffenheim 1899 sangat terpuruk berada di papan bawah Bundesliga. Di tahun sebelumnya saat awal musim 2015/2016 pun TSG Hoffenheim 1899 telah memecat pelatih mereka yang bernama Markus Gisdol tepatnya dibulan Oktober 2015.

Markus Gisdol telah melatih tim sejak tahun 2013, musim 2014/2015 adalah musim terbaiknya karena bersama Roberto Firmino (sekarang Liverpool) membawa TSG Hoffenheim 1899 mengakhiri musim di peringkat 8. Semenjak dilatih oleh Julian Nagelsmann, ternyata musim 2015/2016 dapat ditutup dengan selamatnya TSG Hoffenheim 1899 dari degradasi karena finish di peringkat 15 dengan rasio kemenangan 50% dalam 14 pertandingan. Dua strip diatas peringkat degradasi ini sudah cukup untuk membuat manajemen percaya kapabilitas pelatih muda ini walaupun dalam 14 pertandingan tersebut TSG Hoffenheim 1899 pernah mengalami kekalahan telak oleh VfB Stuttgart 5 – 1 pada matchday ke 25 yang juga merupakan tim papan bawah. Di akhir musim 2015/2016 VfB Stuttgart akhirnya terdegradasi setelah hanya finish di peringkat 17 klasemen Bundesliga.

Klasmen akhir Bundesliga
Klasemen akhir Bundesliga 2015/2016

Sebelum menjadi pelatih, Julian sebetulnya merupakan pemain sepakbola profesional yang berposisi sebagai bek tengah, namun sayang cedera menutup karirnya lebih cepat di usia yang baru mencapai 21 tahun. Disaat tahun 2008 mengalami kenyataan karirnya sebagai pemain berakhir, ternyata Julian Nagelsmann tetap tidak dapat jauh dari dunia sepakbola hingga akhirnya mengambil lisensi sebagai pelatih dan pada musim 2012/2013 Bundesliga menjadi assistant pelatih Markus Gisdol di TSG Hoffenheim 1899. Di tahun yang sama tepatnya di bulan Juli 2013, Julian Nagelsmann resmi ditunjuk menjadi pelatih dari tim TSG Hoffenheim 1899 (tim usia 19 tahun). Disinilah ia menunjukkan kemampuannya menjadi pelatih karena menghasilkan statistik kemenangan 71,23% dari 73 pertandingan dan title juara Bundesliga U-19, detail statistiknya sebagai berikut.

TSG Hoffenheim U19

Kembali lagi ke Bundesliga musim 2016/2017 dimana dari 24 pertandingan mereka hanya mengalami kekalahan sebanyak 2 kali yaitu oleh RB Leipzig pada matchday ke 18 dan VfL Wolfsburg matchday ke 20. Statistik TSG Hoffenhem 1899 musim 2016/2017 ini dapat dilihat sebagai berikut.

Statistik 2016 2017
Statistik TSG Hoffenheim 1899 di Bundesliga 2016/2017

Julian Nagelsmann menggunakan pendekatan permainan sepakbola yang atraktif, menyerang dan menguasai pertandingan. Tidak heran karena dia merupakan didikan Thomas Tuchel yang sekarang melatih Borussia Dortmund. Saat ini keduanya dikenal sebagai “Pep Guardiola-nya” Jerman karena filosofi permainan yang mereka terapkan. Seperti halnya Marcelo Bielsa yang memiliki “penganut” filosofi permainan menyerangnya pada diri Jorge Sampaoli (Sevilla) dan Mauricio Pochettino (Tottenham Hotspurs). Penjelasan mengenai filosofi permainan oleh Julian Nagelsmann dapat dilihat dalam video berikut.

“Pemain kunci dalam taktik Julian Nagelsmann yang bernama Sebastian Rudy”

Hal yang menarik dari TSG Hoffenheim 1899 nya Julian Nagelsmann musim ini adalah peran pemain kunci bernama Sebastian Rudy. Pemain yang musim depan bergabung dengan Bayern Muenchen ini nantinya akan disiapkan menjadi pengganti Xabi Alonso yang akan pensiun. Posisi Sebastian Rudy ini memang “mirip” dengan Xabi Alonso sehingga wajar Bayern Muenchen sebagai tim tukang mempreteli pesaingnya memutuskan mendatangkannya musim depan. Nama lain yang menurut Saya memiliki peran yang juga “mirip” adalah Il Maestro Andrea Pirlo. Sebelum bermain untuk New York City FC, Pirlo selalu mempunyai rataan akurasi umpan diatas 88% setiap musimnya. Baik Rudy, Alonso maupun Pirlo merupakan pemain yang mahir melakukan umpan jauh parabolik dari daerah pertahanan tim nya sendiri, mengatur tempo permainan dengan menahan bola, mencetak gol melalui tendangan bebas serta memberikan umpan kunci kepada rekannya yang lebih bebas dari penjagaan pemain lawan. Perbedaannya, Sebastian Rudy merupakan pemain versi lebih sangar karena berani bermain “keras” dengan melakukan tackling, terbukti dengan 7 kartu kuning yang ia dapatkan musim ini. Sebagai pemain tengah, peran Sebastian Rudy di TSG Hoffenheim 1899 jika dibandingkan dengan Xabi Alonso dan Andrea Pirlo dapat dilihat pada besaran rataan umpan akurat dalam semusim.

Rataan akurasi umpan
Rataan akurasi umpan dalam satu musim

Julian Nagelsmann pelatih muda dengan permainan sepakbola yang atraktif menjadikan Pandit sepakbola melihat kearahnya sekarang. Patut ditunggu bagaimana kelanjutan kisahnya dan sampai sejauh mana TSG Hoffenheim 1899 berjaya di musim 2016/2017 ini. Jika dapat mengakhiri musim di peringkat 4 besar, akan menarik melihat TSG Hoffenheim 1899 bermain di Liga Champions musim berikutnya, terlebih nanti setelah ditinggal oleh dua pemain andalannya yaitu Niklas Sule (bek) dan Sebastian Rudy. Bagaimanapun juga kemampuan Julian Nagelsmann sangat menarik diikuti seandainya ia dapat terus konsisten dengan pencapainnya musim 2016/2017 ini di musim-musim berikutnya. Semoga ini bukan fenomena sesaat yang semakin kencang bunyinya di musim 2016/2017 ini. Akhir kata, seorang Ralf Rangnick (pelatih sepakbola kenamaan asal Jerman) meramalkan bahwa bahwa suatu saat Julian Nagelsmann akan menjadi pelatih tim Bayern Muenchen. Entah kapan ini akan terjadi namun yang pasti kriteria sebagai pelatih hebat di masa depan telah ada pada Julian Nagelsmann dan TSG Hoffehnheim 1899 (akan) terlalu kecil untuknya.

NB: Julian Nagelsmann pernah menolak melatih tim U-23 Bayern Muenchen dan memilih menjadi pelatih TSG Hoffenheim 1899 U-19, saat itu tim utama Bayern Muenchen dilatih oleh Pep Guardiola. Sebelumnya Julian membawa tim asuhannya juara Bundesliga U-19 di musim 2013/2014.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s