Economy · Geopolitics · Opinion

Kunjungan Raja Salman, Investasi dan Neraca Perdagangan

jokowi-dan-raja-salman_20170301_211659
Presiden Joko Widodo bersama Raja Salman

Assalammualaikum Wr Wb,

Hi!

Sangat ramai pemberitaan di media masa mengenai kunjungan Raja Salman ke Indonesia sejak awal Maret hingga tanggal 12 Maret 2017 yang lalu. Terakhir beliau menikmati lawatannya ke Negeri kita tercinta ini di Pulau Bali yang banyak disebut sebagai surga dunia karena keindahan budaya dan pesona alamnya. Saya bukan hendak membahas mengenai hiruk pikuk Raja yang belibur di Pulau Bali, juga bukan untuk sengaja membuat “tandingan” terhadap beberapa pihak yang nyinyir ketika sang Khodimul Haramain (baca: penjaga dua kota suci umat Islam) disebut tidak lebih Islam dibanding umat Islam di Indonesia. Agak menyerempet sedikit, lucu saja ketika ada orang-orang yang komentar “Oh ternyata jubah Raja Salman panjang melebihi mata kaki”, atau “Lho kok Raja Salman malah berliburnya ke Pulau Bali? Kenapa ga ke Pulau Lombok saja yang lebih Islami?”, “Pengawalannya lebay amat ya” dan lain sebagainya yang dengan mudah dipatahkan ke-nyinyiran nya 🙂

Arab Saudi tidak termasuk kedalam 10 besar negara dengan jumlah investasi dan perdagangan terbesar dengan Indonesia.

Pembahasan disini adalah seputar investasi langsung negara Arab Saudi dan juga perdagangan yang mereka lakukan dengan Indonesia. Dari informasi yang Saya kumpulkan melalui berbagai sumber di internet, ternyata memang Arab Saudi TIDAK MASUK ke dalam 10 besar negara yang paling banyak berinvestasi maupun berdagang dengan Indonesia. Padahal jika menggunakan pendekatan jumlah populasi penduduk, Indonesia merupakan tempat yang menarik untuk diserbu oleh investor asing dan seharusnya tidak terkecuali Arab Saudi. Dari segi perdagangan kedua negara, berdasarkan data 2 tahun terakhir (2015 dan 2016) saja ekspor Indonesia selalu lebih kecil daripada impor terhadap apa yang dihasilkan oleh Arab Saudi. Untuk lebih mudahnya dapat dilihat pada gambar dibawah ini.

Ekspor Impor Indonesia Saudi
Gambar Perdagangan Indonesia – Arab Saudi

Berdasarkan tabel diatas, ekspor Indonesia ke Arab Saudi justru menurun dari 2,1 Milyar USD di tahun 2015 menjadi 1,3 Milyar di tahun 2016. Walaupun hal yang sama juga terjadi pada neraca impor Indonesia – Arab Saudi. Indonesia membagi produk ekspor dan impornya menjadi dua yaitu migas (berkontribusi 15,05%)dan non-migas (berkontribusi 84.95%)¹. Sebagai negara petro dollar, tentu saja Arab Saudi lebih membutuhkan pasokan non-migas dari negara-negara lain termasuk Indonesia. Hal ini sebetulnya sejalan dimana Indonesia memang lebih kuat di sektor non-migas. Top 10 ekspor Indonesia tahun 2015 pun dapat dilihat seperti dibawah ini.

Top 10 Ekspor Non migas 2016
Grafis ekspor non-migas Indonesia 2015

Arab Saudi merupakan pengimpor terbesar ketiga pengolahan kayu lapis Indonesia

Sulit buat Saya untuk mencari tahu kira-kira dari tabel diatas berapa yang merupakan kontribusi dari Arab Saudi karena Saya tidak mempunyai cukup data yang komprehensif mengenai ini. Di beberapa media tertulis di tahun 2016 Arab Saudi berminat untuk mengimpor beberapa rempah-rempah dan sayuran dari Indonesia untuk kebutuhan Haji setiap tahunnya dimana peningkatan setahun terakhir mencapai 51,17%². Belum lagi status Arab Saudi sebagai importir kayu lapis dari Indonesia terbesar ketiga dengan jumlah 197,9 ribu Ton setelah China dan Jepang. Dengan kondisi demikian, terutama industri makanan dan pengolahan kayu lapis seharusnya masih mempunyai cukup banyak peluang perdagangan antara Indonesia dan Arab Saudi, walaupun tidak menutup kemungkinan kerja sama di sektor industri yang lain.

Berikutnya masuk ke persoalan investasi secara langsung ke Indonesia yang dikelola oleh BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal). Ternyata nama Arab Saudi berada diluar Top 5 dan bahkan Top 10 negara yang paling banyak berinvestasi di Indonesia. 5 Besar negara yang berinvestasi di Indonesia tahun 2016 adalah sebagai berikut.

Top 5 investor
Top 5 investor asing di Indonesia 2016

Arab Saudi sendiri berdasar pada data BKPM berada pada peringkat ke 57 sebagai negara yang berinvestasi di Indonesia tahun 2016 sebanyak 0,9 Juta USDPosisi ini juga berada dibawah negara teluk lain seperti Mesir, Iran dan Jordania yang juga berinvestasi di Indonesia.

Hasil yang menarik dari kunjungan Raja Salman ini adalah munculnya 11 poin kesepakatan kerja sama antara Indonesia dengan Arab Saudi dengan perincian sebagai berikut.

11 poin hasil kunjungan Raja Salman
11 poin hasil kunjungan rombongan Raja Salman ke Indonesia

Khusnudzon saja semoga 11 poin ini segera terealisasi dalam waktu yang tidak lama. Bukan apa-apa karena beberapa baru berbentuk nota kerja sama, yang artinya akan ada beberapa tahap lagi sebelum investasi benar-benar masuk. Yang menarik adalah komitmen berinvestasi senilai 6 Milyar USD untuk pembangunan kilang minyak di Cilacap yang dilakukan oleh Saudi Aramco bekerja sama dengan Pertamina. Sepertinya ini merupakan tidak lanjut dari joint venture agreement keduanya bulan Desember 2016 lalu. Saya tidak memiliki informasi dari orang dalam apakah proyek pembangunan kilang minyak Cilacap ini melibatkan pihak lain diluar Pertamina dan Saudi Aramco.

Terkait besaran investasi, bila dicek melalui pernyataan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak selepas Raja Salman berkunjung ke Malaysia, beliau langsung mempublikasikan jika Malaysia mendapatkan investasi dari Arab Saudi sebesar 7 Milyar USD juga untuk pembangunan kilang minyak. Bentuknya mirip kan dengan Indonesia? Raja Salman datang berkunjung lalu diikuti dengan publikasi angka investasi pembangunan kilang minyak.

Dari 11 poin hasil kunjungan Raja Salman ke Indonesia, yang Saya beri warna hijau “mungkin” bisa dieksekusi lebih cepat. Terbukti karena sudah ada berita mengenai komitmen pendanaan Saudi fund for development sebesar 1 Milyar USD untuk keperluan pembangunan di Indonesia dan ekspor non-migas Arab Saudi ke Indonesia.

Indonesia dan Malaysia sama-sama mendapatkan investasi dari Arab Saudi senilai 7 Milyar USD setelah dikunjungi Raja Salman.

Terkait dengan kerjasama UMKM, ini sangat menarik jika memang benar-benar terealisasi dan Saya terinpirasi untuk membuat tulisan khusus membahas kelanjutan tulisan Saya sebelumnya. Jika dijumlahkan, Indonesia (seharusnya) mendapatkan investasi sebesar 7 Milyar USD sama dengan Malaysia. Dan jika ini benar, maka seharusnya Arab Saudi bisa langsung menjadi investor asing nomor dua terbesar yang berinvestasi di Indonesia setelah Singapura. Tetapi tentu saja angka 7 Milyar USD ini tidak langsung makgedebug cair semuanya dalam setahun, nantinya akan turun bertahap beberapa tahun. Kita lihat saja dalam beberapa tahun kedepan seharusnya nama Arab Saudi akan masuk kedalam Top 5 atau setidaknya Top 10 negara yang paling banyak berinvestasi ke Indonesia dengan syarat ceteris paribus negara yang lain tidak menambah investasinya. Aneh saja kalau misal tidak masuk Top 10 karena toh peringkat 10 diisi oleh negara Mauritius dengan angka invetsasi “hanya” 576,5 Juta USD.

Menyinggung sedikit, tulisan ini sebetulnya Saya tulis karena terinspirasi oleh salah satu Ustadz favorit Saya yang minggu lalu heboh kalau pengajiannya mendapatkan penolakan di Sidoarjo oleh sesama umat muslim yang belum paham ceramah beliau. Saya terpukau dengan jawaban beliau yang sangat meneduhkan. Ustadz tersebut juga merupakan pengusaha dimana salah satu bisnisnya adalah ekspor impor dengan Arab Saudi, beliau pernah 7 tahun tinggal di Madinah bersekolah.

Jika melihat dari data yang Saya paparkan diatas, ternyata masih cukup banyak potensi yang bisa dilakukan oleh pengusaha-pengusaha Indonesia baik itu untuk ekspor barang ke Arab Saudi maupun menarik investor Arab Saudi untuk berbisnis di negara Indonesia. Sedangkan Ustadz tersebut telah lebih dahulu memanfaatkan peluang kedekatannya dengan pebisnis di Arab Saudi dengan melakukan perdagangan antar negara. Top…!!!

Cukup sekian tulisan dari Saya, sekedar mengingatkan untuk jangan capek-capek ikut-ikutan nyebar fitnah mengenai Wahabi ya!!!

Semoga bermanfaat dan jika ada yang kurang tepat dari data dan statement yang tertulis, Saya terbuka untuk berdiskusi 🙂

Wassalammualaikum Wr Wb.

 

Sumber:

  1. http://www.kemenperin.go.id/statistik/peran.php?ekspor=1
  2. http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/02/04/170000426/untuk.kebutuhan.haji.arab.saudi.impor.rempah.dari.indonesia
  3. http://databoks.katadata.co.id/datapublish/2017/03/03/saudi-pasar-ekspor-kayu-lapis-terbesar-ketiga-indonesia
  4. http://databoks.katadata.co.id/datapublish/2017/01/26/10-negara-terbesar-investasi-ke-indonesia-2016
  5. https://www.finansialku.com/berapa-jumlah-investasi-raja-salman-di-indonesia-dan-investasi-apa/
  6. http://www.voaindonesia.com/a/saudi-investasi-indonesia-kunjungan-raja/3746389.html
Iklan

One thought on “Kunjungan Raja Salman, Investasi dan Neraca Perdagangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s