Daily Activity · Personal Notes · Technology

Penyakit Bernama Inkonsisten

target

Hi!

Belum lama ini terdapat kebijakan dimana tim kami berfungsi sebagai contact point untuk beberapa unit bisnis dengan perkembangan industri terkait. Sejak saat itu pula Saya mencoba konsisten dengan menuliskan materi yang sama di blog ini, diperbarui pada hari Rabu setiap minggunya. Tidak terasa posting terakhir yang Saya lakukan ternyata di materi ini.

Saya akui kenapa blog ini ditulis salah satunya adalah sebagai media untuk mencatat apa saja  informasi yang berlimpah disekeliling otak Saya baik itu urusan kantor, perkuliahan dan juga kehidupan sehari –hari. Coba kalau misal informasi-informasi menarik hanya tertulis di email ataupun mailing list saja? Dengan sendirinya hanya sedikit orang yang punya akses kedalam informasi tersebut.

Kembali ke topik pembahasa artikel ini yaitu “inkonsisten”. Kata yang menurut KBBI artinya “sikap atau pendirian yang suka berubah-ubah”. Sengaja tidak Saya tulis “sikap atau pendirian ORANG” karena konteksnya sangatlah luas walaupun berasal dari sumber yang sama yaitu ORANG nya. Serupa dengan kebijakan yang dituliskan di paragraf pertama, tepat sebulan ternyata tidak ada lagi posting-ngan terkait di blog ini setiap hari Rabunya. Itu berarti telah empat kali Rabu tidak ada update, dapat Saya excuse menjadi dua karena terpotong libur Lebaran. Permasalahannya sendiri bukan dari blog ini tetapi karena permasalahan penulisan materi point of reference yang tidak berlanjut. Menurut kacamata individu, Saya merasa kontribusi terhadap unit bisnis melalui point of reference ini sangat kecil. Mungkin juga materi yang Saya tulis dan bagi itu sama sekali tidak dibaca oleh unit bisnis tersebut. Bukan bermaksud negative thinking, Saya mencoba berpikir put myself into someone else’s shoes, kalau saya jadi unit bisnis terkait dengan segala kesibukannya mengenai target jangka pendek, Saya lebih memilih ada tambahan SDM (baca: tambahan orang  untuk berjualan) untuk mencapai target tersebut tanpa perlu adanya tambahan biaya. Hal yang wajar bukan pemikiran seperti ini?

Ternyata dalam hal apapun, menjadi konsisten adalah hal yang terberat. Di agama Saya Islam pun dijelaskan mengenai kewajiban kita untuk menjadi konsisten dijalan yang lurus (Q.S Fushilat Ayat 30). Terminologi konsisten dalam agama Islam disebut dengan Istiqomah. Saya pribadi tidak berpikir bahwa point of reference ini keliru, yang jelas hal yang positif sangatlah perlu untuk terus konsisten dijalankan. Namun demikian kembali ke pernyataan Saya “put yourself into someone else’s shoes”, dengan penulisan seminggu sekali ini sering ditemui hanya meneruskan materi berita terbaru mengenai perkembangan industri bisnis tanpa ada analisa terkait mengenai dampaknya terhadap bisnis eksisting. Apa-apa yang berkualitas itu perlu proses, walaupun yang instan juga BELUM TENTU hanya menghasilkan hal tidak baik.

Ada yang pernah mengakses blog The Swiss Ramble? Blog ini cukup unik dan paham betul apa yang disebut dengan niche market, dikelola oleh seorang berkewarganegaraan Inggris yang tinggal di Swiss bekerja sebagai financial analyst. Blog tersebut berisi tentang analisa penulis mengenai keuangan klub sepakbola berdasarkan informasi publik yang ia dapatkan. Sangat mendalam analisanya di setiap materi artikel tersebut, dampaknya memang tidak setiap saat blognya diperbarui. Menurut Saya ini bukti sahih mengenai makna “konsisten” dalam menghasilkan materi yang bermanfaat sebagai antitesa topik kali ini yaitu “inkonsisten”.  Tidak ada gading yang tak retak karena disaat yang bersamaan The Swiss Ramble pun tetap “inkonsisten” dengan jadwal update yang memang tidak menentu.

So, tinggal pilih sekarang apakah menulis seminggu sekali dengan materi “seadanya” atau justru misal “sebulan sekali” tapi dengan materi yang lebih berbobot disertai analisis? ATAU mungkin biarkanlah tim ini fokus mengelola suatu sumber informasi dimana materi dapat ditulis beramai-ramai untuk kemudian di share blog. Tentu saja dengan catatan tidak memberikan informasi confidential milik perusahaan, belum pernah juga kan ada unit pengembangan bisnis suatu perusahaan yang juga rutin mengelola blog informasi dunia yang digelutinya?

Akhir artikel (bukan akhir kata), inkonsistensi bukan cuma permasalahan Saya saja lho!!!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s