Personal Notes

Overthinking dan Menonton Film

cinema-xxi-megamall-manado
Layout salah satu ruang cinema di Indonesia 

Hi!

Masih dalam suasana Hari Raya Idul Fitri 1437H tepatnya dihari ketiga ini Saya ingin mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437H, Taqobalallahu Minna Wa minkum kepada rekan-rekan yang merayakan.

Kali ini Saya ingin membahas mengenai bagaimana kebiasaan overthinking selalu muncul setiap kali Saya menonton film di Bioskop. Entah sejak kapan overthinking ini, tapi jujur setiap kali ada adegan film “mengganggu” yang muncul kemudian adalah pertanyaan, kenapa kok seperti itu sih? Ini film menebar pesan tersembunyi ya?  Emang bisa ya seperti itu kenyataannya? Anyway, gambar diawal artikel ini sepertinya Jaka Sembung Bawa Golok dengan artikel yang ditulis.

Ya ibaratnya, “Saya yang punya uang dan Saya yang bikin film ya gimana Saya saja donk jalan ceritanya bagaimana” kata Si pembuat film. Betul juga memang dan tidak seharusnya Saya sebagai penonton berpikir terlalu jauh. Hanya sayang saja kalau otak ini tidak dipakai sesaat baik sebelum, sedang dan sesudah menonton film di Bioskop. Coba kita mulai sekarang, kalau saja boleh dibuat polling mengenai negara mana yang paling sering diserang, boleh jadi jawabannya adalah Amerika Serikat. Yang menyerang pun bukan hanya manusia tapi “makhluk-makhluk” lain dengan segala bentuknya. Imajinasinya kelewat tinggi memang, belum lagi tokoh-tokoh superhero yang sampai membuat club sendiri dan kompakan tampil barengan di dalam satu film. Saya paham kalau mereka para creator ini cerdas dan amat sangat mengharapkan dan merindukan sosok tanpa cela yang mampu menjadi pemecah semua permasalahan yang selama ini dihadapi walaupun dengan sosok demi-god sekalipun.

Bukan Saya anti dengan yang bentuknya seperti ini, hanya saja karena jumlahnya cukup banyak dan setiap saat disuguhi tanpa jeda membuat bosan juga. Overthinking kemudian muncul, kenapa sih harus yang bentuknya seperti ini? Emang bisa yah orang biasa disuntik cairan kimia macam-macam lalu berubah jadi mutant? Dan macam-macam lagi pertanyaannya. Kata orang-orang yang percaya teori konspirasi, film sering dijadikan alat propaganda dan juga alat untuk menyebarkan informasi  secara tersembunyi. Kalau di dunia nyata memang ada zat kimia apapun itu namanya yang dapat membuat manusia atau tentara atau apapun itu menjadi tangguh otot kawat tulang besi, selesai perkara tinggal digunakan sesuai kebutuhan maka dunia akan aman nyaman tentram karena tidak ada lagi yang berbuat kriminal.

Sekarang bukan lagi soal cerita film tetapi mengenai adegan yang nampak memungkinkan namun ternyata sulit dilakukan. Adegan itu adalah menembak dengan menggunakan dua buah pistol dengan kedua tangan. Bukan tidak mungkin sebetulnya tapi cara seperti ini ternyata menurunkan tingkat akurasi tembakan. Belum pernah juga kan lihat polisi atau pihak yang eligible menggunakan senjata api petantang-petenteng bawa pistol dua biji sambil menembak menggunakan kedua tangannya? Yang ada satu pistol dipegang dua tangan saat posisi menembak.

Lain lagi adegan yang banyak muncul di film drama Indonesia genre ke-kinian. Sering kali ada pesan tersembunyi yang menyebarkan paham liberalisme dalam beragama. Memang efektif cara seperti ini dan menurut Saya ini adalah caranya orang-orang yang cerdas. Brainwash memang sebaiknya dilakukan dengan cara yang fun sehingga mereka yang abai akan dengan sendirinya “setuju” dengan apa yang disampaikan melalui film tersebut.

Penonton yang baik adalah mereka yang tanpa komentar terhadap film yang ia tonton

Akhir kata, bukan bermaksud mendebat orang-orang yang berkreasi dengan film, Saya apresiasi semua pihak yang berkarya di industri ini. Saya menyadari, penonton yang baik adalah mereka yang tanpa komentar terhadap film yang ia tonton karena memang bukan haknya berkomentar, toh mereka tidak ikut terlibat dan mereka sendiri telah dengan sadar memilih untuk menonton. Buat Saya, mereka yang cerdas adalah “calon penonton” yang menggunakan akalnya terlebih dahulu sebelum menonton, punya pendirian, mampu memilih serta mengambil kesimpulan dan tidak terpengaruh oleh lingkungan mainstream. Setuju?!?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s