Personal Notes · Sport · Technology

Gaming Time!

boy and a girl playing video game
boy and a girl playing video game — Image by © Royalty-Free/Corbis

Hi!

Cowok bermain game, itu hal yang lumrah bangeeeet…. Yang dimaksud dengan game disini adalah virtual game baik yang berbasis gaming console, portable gaming(handheld), PC maupun smartphone. Sepertinya semakin hari semakin mudah saja mendapatkan game favorit terutama pada perangkat bergerak seperti smartphone. Berdasarkan pengalaman dulu, jika “hasrat” bermain game lagi tinggi maka hal yang harus dilakukan adalah segera pulang kerumah untuk bermain PlayStation (tersangka penyebab nilai rapor jeblok :D). Lanjut ke usia SMP yang ditandai dengan mainan baru yaitu PC Pentium III dengan RAM 128MB (masih diinget banget spek teknisnya).

Salah satu favorit saya adalah game olah raga, mulai dari tinju, gulat, balap mobil hingga yang paling awet tentu saja game olah raga sepakbola. Bicara sepak bola dan game buat anak cowok adalah kombinasi sempurna menyalurkan “olah raga”. Di saat usia SD, cukup mudah menemui lapangan kosong disekitar rumah untuk bermain sepakbola. Seiring berjalannya waktu lahan tersebut beralih fungsi menjadi rumah, lahan parkir atau bahkan tempat pembuangan sampah. Kalau boleh dibilang “untung”, mulai saat itu hingga sekarang kami (baca: para cowok) masih dapat bermain sepakbola melalui virtual game ini. Tidak perlu lagi panas-panasan, keringetan, rambut bau air comberan karena nyundul bola yang baru masuk selokan, kaki  berdarah-darah karena main bola tanpa alas kaki dan juga bebas kaki keseleo.

Siapa yang tidak kenal dengan game olah raga seperti Winning eleven, lalu ada versi bahasa Inggrisnya yaitu Pro evolution soccer (PES) hingga kemudian FIFA. Ketiganya adalah nama-nama game yang terkenal disini, di luar negeri sana penjualannya selalu tembuh jutaan kopi. “Untungnya” tinggal di Indonesia membuat kami bisa mendapatkannya dengan harga sangat murah dan bahkan “gratis” 😀

xboxcontrollerSemakin menuanya usia, semakin sulit juga punya alasan untuk membeli gaming console seperti PlayStation dan XBOX misalnya. Sekalinya memiliki uang hasil nabung, yang dibeli adalah PC baru untuk mendukung Laptop yang speknya mulai jadul dan lemot termakan usia. Niatnya membeli PC di tahun 2009 ini adalah untuk keperluan Tugas Akhir alias Skripsi, tapi dasarnya gamer tetap saja mencari celah untuk dapat memanfaatkan PC dengan membeli VGA dengan spek teknis lumayan agar dapat sekalian bermain game. FIFA setiap tahunnya ada di top-list must buy and play game Saya, dikombinasikan dengan joystick USB ala XBOX yang sampai entah berapa kali beli karena seringnya rusak (belinya selalu di Kaskus FJB saat itu karena belum ada elevenia). Ditambah lagi dengan game FPS seperti Call of Duty dan Battlefield yang  cukup menyita waktu saat dimainkan, alhamdulillah-nya Saya (masih) dapat lulus kuliah S1 tepat waktu 😀

Selepas kuliah S1 yang dilanjutkan dengan bekerja kantoran, pindah ke Jakarta yang living cost-nya lebih mahal dibanding Bandung dan Surabaya, berlanjut lagi tahun 2014 memutuskan kuliah S2 menyebabkan semakin sedikitnya waktu bermain game (game sepakbola khususnya). Maunya membawa PC ke kost tapi nantinya menyebabkan tambahan biaya listrik bulanan, belum lagi spek teknis PC  Saya yang sudah tua untuk memainkan game kekinian. Ukuran PC yang besar juga sangat tidak praktis untuk dipindah-pindah. Opsi membeli Laptop dengan spesifikasi gaming juga bukan opsi karena harganya kelewat mahal. Sebetulnya membeli gaming console terkendala PRIORITAS budget keuangan karena console is just console, nothing else you can do with these small box. Bermain game di smartphone layarnya terlalu kecil buat Saya, dan juga yang paling penting adalah smartphone yang dimiliki tidak sanggup memainkan game ala FIFA versi portable.

Screenshot_2016-06-09-16-49-22
Dream FC Saya Musim ke 5

Baru di pertengahan tahun 2015 keadaan berubah setelah kantor tempat kerja memberikan smartphone untuk setiap karyawannya. Bukan merek mewah memang, tapi spesifikasi teknisnya cukup mempuni untuk bermain game favorit, belum lagi layar 5.5 inchnya yang lumayan besar. Mudah mendapatkan game untuk smartphone ini kalau boleh dibilang. Buat apa mencari game gratisan di smartphone (cieeeeh!!!), tinggal beli aja kok di Google Play full versionnya agar puas. Setelah sebelumnya bermain First Touch Soccer 2014 (FTS), sekarang Saya memainkan versi lainnya yang lebih baru yaitu Dream League soccer 2016 (DLS). Bedanya, di FTS Saya dapat memainkan club sepakbola aslinya mulai dari Sassuolo, Leverkusan hingga Barcelona dan Real Madrid dengan nama-nama yang real juga. Sayangnya detail seperti preferred foot tidak ada disini (Messi yang kidal ternyata tidak ditemui disini by default), ditambah lagi dengan update transfer pemain yang belum versi terbaru (maklum keluaran tahun 2014).

Berbeda dengan DLS, disini Saya hanya menjalankan sebuah club sepakbola dengan nama Dream FC berangkat dari level amatir hingga elit. Lawannya adalah club bola real dengan nama-nama pemain yang real juga. Di level bawah kita bisa bertanding dengan club-club sekelas Swindon Town, Eibar tapi semakin tinggi kita akan semakin berat lagi berhadapan dengan club level Liga Champion Eropa (you name it lah!).

Screenshot_2016-06-09-16-50-04
Gameplay Dream League Soccer

Perbedaan lainnya yang begitu terasa adalah soal harga game, dengan Rp 80,000 di FTS dapat memainkan seluruh club yang diinginkan. Sementara itu konsep DLS berbeda, setiap pertandingannya akan menghasilkan coin yang dapat digunakan untuk membangun Dream FC. Nah disini lah suksesnya developer DLS menguras kantong Saya hingga Rp 220,000 untuk membeli coin agar Saya dapat membangun Dream FC. Belajar dari cara monetisasi, DLS lebih tokcer rupanya karena tidak ada lagi batasan seorang user hanya sekali membayar. Konsep ini menyebabkan Saya dan user lain berbeda-beda dalam hal jumlah pembayaran. Good job DLS developer (#NangisDipojokanKrnDompetKosong).

Iklan

One thought on “Gaming Time!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s