Daily Activity · Opinion · Technology

PoR – IoT Newsletter May W18 2016

Presentation2

Hi!

Di newsletter IoT kedua tanggal 13 Mei 2016 lalu Saya sharing via email mengenai apa yang diluncurkan operator telekomunikasi di Indonesia dalam menyediakan solusi IoT. Tidak hanya itu, dibahas juga mengenai bagaimana monetisasi dilakukan oleh perusahaan penyedia layanan IoT untuk retail.

Masuk ke pembahasan pertama, tepatnya di bulan Februari dan Maret 2016 ternyata tiga besar operator telekomunikasi Indonesia secara resmi meluncurkan layanan IoT mereka yaitu:

  1. Telkomsel dengan T-Bike, merupakan layanan motor tracker dengan harga per-unit lebih murah dibanding penyedia layanan sejenis (link).
  2. Indosat dengan e-Magic, berupa layanan load balancing konektivitas IoT (link).
  3. XL dengan Savvy,YuBox dan Xmart City yaitu layanan IoT terintegrasi untuk korporasi dan juga pemerintah (link).

Entah janjian atau tidak, ternyata mereka bertiga kompak untuk meluncurkan layanannya secara berdekatan. Namun demikian jika bicara IoT, maka akan sangat bersinggungan dengan apa yang ramai dibicarakan yaitu Smart City. Khusus untuk ini ternyata masing-masing mempunyai konsep yang berbeda.  

Masuk ke topik kedua mengenai bagaimana monetisasi diterapkan di industri IoT.

Perkembangan teknologi IoT yang begitu pesat tentunya akan sia-sia jika inisiatif tersebut tidak dapat di monetisasi. Monetisasi yang sesuai dengan kapabilitas operator telekomunikasi dan dikategorikan sebagai low hanging fruit tentu saja adalah menjual konektivitas GSM perangkat IoT. Berdasarkan informasi ini (link), terdapat beberapa alternatif monetisasi yang telah dijalankan oleh perusahaan lain non operator telekomunikasi:

  1. Philips, menjual lightbulb khusus yang dapat dikendalikan dengan aplikasi (cara monetisasi: beli lightbulb lalu aplikasi dapat digunakan secara gratis).
  2. Audi, mobil yang dijual telah tersedia Audi Connect berupa layanan navigasi sekaligus hotspot 4G/LTE penunjang connected car. (cara monetisasi: tentu saja dengan membeli mobil Audi terlebih dahulu lalu ditambah dengan berlangganan bulanan untuk mendapatkan paket data hotspot).
  3. Nest, perusahaan yang telah diakuisi Google ini menyediakan perangkat keras berupa thermostat digital yang dapat dikendalikan dengan aplikasi. (cara monetisasi: penjualan perangkat keras, aplikasi dapat digunakan dengan gratis).

Apa yang dijual mulai dari lightbulb hingga Mobil namun diakhiri dengan hal yang sama yaitu aplikasi yang dapat mengendalikan perangkat keras tersebut disertai dengan konektivitas komunikasinya. Berikutnya di newsletter ketiga Saya akan membahas bagaimana sebaiknya perusahaan IoT menjalankan bisnisnya menggunakan lesson learnt perusahaan Israel yang berbasis di London yaitu Telit Communication Plc.

*Notes: diambil dari email pribadi yang di blast ke internal kantor dengan sedikit penyesuaian.

Iklan

One thought on “PoR – IoT Newsletter May W18 2016

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s